Sosialisasi Manajemen Risiko Kantah Kota Denpasar

Dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, diperlukan adanya suatu pendekatan yang terstruktur dalam mengelola ketidakpastian sehingga jalannya kegiatan suatu organisasi pemerintah dapat berjalan terkendali dalam mencapai tujuan organisasi. Manajemen Risiko sebagai suatu pendekatan dalam menilai suatu risiko berperan penting dalam membangun kerangka SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah). Untuk itu pada Jumat (17/09/21), bertempat di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kota Denpasar, Bapak Kepala Kantor Pertanahan Kota Denpasar beserta Tim Penilai Maturitas SPIP Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN yang didampingi juga oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali Bapak Nursuliantoro, S.P., mengadakan kegiatan Sosialisasi Manajemen Risiko dalam upaya pembangunan kerangka SPIP.

Manajemen risiko adalah suatu proses, demikian disampaikan Bapak Kakantah Kota Denpasar. Dalam proses manajemen risiko tersebut terdapat beberapa tahapan seperti penentuan konteks atau kriteria risiko, kemudian proses penilaian atau asesmen risiko yang termasuk di dalamnya adalah proses identifikasi, analisa dan evaluasi risiko, dilanjutkan dengan proses perlakuan atau pengendalian terhadap suatu risiko. Tidak lupa Bapak Kakantah juga memberikan pengarahan terkait perlu adanya pemantauan dan peninjauan berkala terhadap efektivitas sistem serta dijelaskan juga pentingnya komunikasi dan konsultasi antar Jajaran Kantor Pertanahan Kota Denpasar.

Kegiatan Sosialisasi Manajemen Risiko ini terkait erat dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2021 Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN yang salah satu kegiatannya adalah melakukan penilaian maturitas SPIP di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali. Maturitas SPIP ini mengukur seberapa jauh SPIP itu telah dilakukan atau dilaksanakan, termasuk di dalamnya adalah bagaimana membangun sistem manajemen risiko di masing-masing Satuan Kerja Kantor Pertanahan.