Penandatanganan Kerjasama Kantah Kota Denpasar dengan Octopus Indonesia

Pendampingan terhadap kegiatan bank sampah atau swakelola sampah dan pemanfaatan kemasan bekas di Kelurahan Peguyangan merupakan salah satu kegiatan Pemberdayaan Tanah Masyarakat melalui Penanganan Akses Reforma Agraria yang dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kota Denpasar. Dalam pelaksanaannya, Kantah Kota Denpasar melakukan kerjasama dengan menggandeng PT Cerita Untuk Anak Negeri (Octopus Indonesia) yaitu suatu badan usaha yang bergerak pada bidang pengelolaan daur ulang sampah yang terintegrasi dengan aplikasi digital. Kegiatan penandatanganan kerjasama dilangsungkan secara daring antara Kantor Pertanahan Kota Denpasar yang diwakili oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Denpasar, Bapak I Ketut Gede Ary Sucaya dan Chief of Partnership PT Cerita Untuk Anak Negeri (Octopus Indonesia), Bapak Hamish Daud, pada Rabu (03/11/21).

PT Cerita Untuk Anak Negeri (Octopus Indonesia) adalah badan usaha yang memiliki suatu aplikasi digital berbasis Android yang dikembangkan untuk memfasilitasi pengelolaan daur ulang sampah, selain itu melalui aplikasi tersebut, komunitas masyarakat yang melakukan swakelola atau mengelola daur ulang kemasan bekasnya dengan merujuk pada ketentuan yang ada pada aplikasi Octopus akan mendapatkan manfaat lebih dalam bentuk uang tunai atau sejumlah point yang dapat ditukar dengan pulsa, paket data, atau token listrik.

Melaui kerjasama ini Kantor Pertanahan Kota Denpasar memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan dan menjadi fasilitator dalam pembangunan "ekosistem" Octopus, antara lain dengan sosialisasi kepada stakeholder di Kelurahan Peguyangan dan secara berkala melakukan kegiatan pendampingan bersama dengan pihak Octopus Indonesia kepada masyarakat yang sudah menjadi User, pihak "Pelestari" atau pengumpul sampah (waste collectors), maupun pihak penyedia tempat penampungan sementara (Check Point). Adapun kewajiban yang diemban pihak Octopus Indonesia diantaranya adalah dalam pengelolaan aplikasi, pemberian atribut kepada Pelestari, kemudian kewajiban penjemputan sampah daur ulang, dan pembayaran benefit kepada User, Pelestari dan Check Point.

Diharapkan kegiatan ini akan makin memantapkan pembangunan ekosistem pengelolaan sampah dan menjadi solusi permasalahan sampah di Indonesia. Selain itu tentunya diharapkan dapat menjadi penggerak industri daur ulang yang pada akhirnya akan meningkatkan aktifitas sirkular ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.